Inilah Eid Mubarak
Berhubung ada seseorang sobat aku yang menunggu suatu kisah di blogger ini, maka di malam Rabu yang hening ini aku ingin membuatkan dongeng wacana libur lebaran 2013. Yehee. Jadi, lebaran pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti biasa, keluarga aku memang tak memiliki kampung halaman, jadi hanya di Semarang. Sayangnya eyang dan mbah udah nggak ada, jadi ya cuman keliling-keliling mencari desa. Di hari pertama, ibarat biasa alhamdulillah sholat eid dulu di masjid, habis itu gres program sungkem mama ayah. Dan ini hal yang paling ‘AAAAA’ ya soalnya niscaya bakal ada program ‘mbrambang’ atau ‘nangis’ moment. Apalagi kini udah kelas 12. Waktu minta maaf dan minta doa restu semoga selalu dibimbing dan didoakan dalam keadaan sungkem tuh ya rasanya.....aduh...hahaha meleer . Yang paling konyol, waktu adek aku Kiki sungkem niscaya selalu bikin ulah. Kalau tahun lalu, niscaya beliau sok-sokan nggak mau sungkem. Akhirnya beliau mau, tapi dalam keadaan ngambek dan prib...