Inilah 8jam Solo
Di pagi menjelang siang sesudah ujian olahraga, menyerupai biasa kami berkumpul di dalam sebuah warung yang teduh menentramkan, yang menjual banyak sekali makanan berjajar rapi di sudut lemarinya. Gondang margondang kesayangan. Duduk kemudian bercerita. Tentang rencana libur di pertengahan UTS diantara hari Selasa hingga Kamis. “Kita mau ke Jogja, berangkatnya Senin habis UTS.”, katanya. Terdengar mengasyikan. Dan tiba-tiba terbesit ide, “Bagaimana bila kita ke Solo? Tapi berdua aja, diem-diem.”, tawar ku kepada seorang teman. “Hmm boleh.”, tanggapnya. Ku coba untuk selalu memendam segalanya. Termasuk rencana dalam berpergian, apalagi keluar kota. Karena usut punya usut menurut pada pengalaman sebelumnya, ketika seseorang menceritakan suatu rencana berpergian kepada orangtuanya, niscaya keeseokan rencana tersebut tak sanggup terwujud. Dan seseorang itu yaitu saya. Ketika saya menceritakan kesimpulan atas “gagalnya segala program mbolang” kepada Ayah, dia malah marah-marah. Katanya...