Inilah Rindu Ramadhan #1
Dulu sekitar 8 tahun yang lalu, saya menduduki kelas 4 SD. Suasana kampung masih terlihat ramai. Terutama ketika malam menjelang berangkat ke masjid untuk shalat tarawih. Di kampung saya memang banyak yang hampir seumuran, ketika itu. Usia antar anak tetangga yang satu dengan yang lain paling hanya terpaut satu atau dua tahun. Biasanya seusai berbuka dan shalat maghrib, saya bersama adek saya sangat bersemangat untuk menghampiri teman-teman yang lain. Ya meskipun alasannya semoga buku tipis pencatat semua ibadah-ibadah yang dilakukan di bulan ramadhan terisi semua. Seusai shalat tarawih yang diakhiri dengan witir, kami eksklusif berburu tanda tangan penceramah serta imam pada malam itu. Ramai sekali, sehingga kami harus berdesak-desakan dan mengambil trik licik dengan menaruh buku itu diurutan paling atas semoga cepat ditandatangani oleh beliau. Biasanya di Minggu pagi, kami berjanjian untuk subuhan bersama. Ada pengalaman unik yang masih tersimpan ketika kami berniat untuk shal...