Postingan

Menampilkan postingan dengan label Thoughts

Inilah Catatan selesai mata-mata

Mungkin berdasarkan kalian postingan ini nggak begitu penting. Hanya rangkaian kalimat dimana otakku akan terus berfikir untuk menyusun kata demi kata semoga postingan pada hari ini terlihat menarik. Menunggu itu hal yang menjemukan, terlebih dengan menunggu kejujuran. Aku anggap ini sebuah permainan, dimana kita berdua niscaya akan saling tertawa kecil di daerah yang berbeda. Lucu memang saat seorang temanmu mencoba permainan unik ini. Awalnya saya tak mengerti and woooooowww I have a friend from other country! Tapi.. rasa ingin tau ini memaksaku untuk berfikir dengan liar, and finally..........oo that's his game hahaha. Bego banget gue. Tapi semua caranya itu lucu. Umur tujuh belas tahun di negara Indonesia yakni waktunya untuk mendapat KTP. Itu artinya, seseorang dianggap sudah besar di umur tersebut. Dan pastinya, banyak harapan dan harapan yang diinginkan. Teruntuk seseorang yang berada nun jauh disana. Dimana saya tak tau dimana anda dan sedang apa anda sekar...

Inilah Menuju pendewasaan

Entah apa yang menciptakan saya hari ini menjadi orang yang kritis. Atau mungkin, sok kritis. Sebenernya, saya orang yang nggak suka mengkritisi sesuatu. Takut akan dosa yang berafiliasi dengan ghibah, meninggalkan segala hal berbentuk debat, sehingga lebih baik membisu dan pasif. Yang lama-kelamaan kepasifan itu berkembang menjadi tak peduli akan hal sekitar. Ingin rasanya mengomentari sesuatu dan saling beradu pendapat. Terbiasa untuk memendam sesuatu dan selalu membisu terkadang semua pandangan gres yang terngiang melebur dan hilang. Intinya, hari ini saya mempunyai sebuah topik yang seru untuk dibahas. Sebelum semua pandangan gres ini melebur dan hilang.  Saat ini saya sedang melihat suatu problem kecil. Bukan hanya melihat sih, lebih tepatnya menjadi episode dari problem kecil itu. Hanya problem sepele, namun tergantung orang yang terlibat itu menyikapinya. Masalah ini mengenai pemisahan siswa di kelas saya yang di campur dengan kelas lain namun pencampurannya tak mer...

Inilah Sugesti

Banyak dari kita yang terlalu memanjakan diri terpengaruhi sugesti yang dilahirkan di pikiran kita., sehingga sugesti tersebut tumbuh dan saling menguatkan. Antara impian dan bayang-bayang sugesti. Yang bahwasanya kita mampu, namun kita menolaknya. Seperti misalnya memakan obat tablet. Banyak dikalangan teman-teman SMA, bahkan saya pun juga terpengaruhi sugesti tersebut. Ketidak bisaan memakan obat tablet semenjak kecil terus tumbuh sampai sekarang. Seperti yang saya lakukan dua hari yang kemudian yaitu memakan obat tablet flu yang berukuran tidak mengecewakan besar. And finally I did it. Obat itu berhasil saya makan sebanyak 2 tablet dalam 2 hari. Ketika saya mencoba untuk obat yang ketiga di hari ketiga, saya mencoba dengan memadukan martabak coklat sisa semalam. Oke obat masih belum tertelan. Gagal. Lalu saya keluarkan obat tersebut. Sebegitu menjijikan niscaya yang membaca :p kemudian saya coba untuk memakan kornet. Obat tersebut masih belum tertelan. Gagal. Lalu saya keluarka...

Inilah Berbagi Ilmu

Sewaktu duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama, saya menjumpai orang-orang yang memang kemampuan akademiknya tinggi. Sifat egois dan individualisme ada di dalam beberapa anak. Keseriusan dalam mengejar sasaran menciptakan beberapa anak tersebut lupa diri sehingga rasa egoisme itu muncul, yaitu ketidak ikhlasan dalam mengajari sahabat yang lain. Sifat orang memang beda-beda. Tergantung dari harapan dan kebutuhan. Terkadang ada seseorang yang malas untuk membuatkan ilmu, ada yang membuatkan ilmu namun tak disertai rasa ikhlas, ada yang bersemangat dalam membagi ilmu, ada yang hirau tak acuh, dll. Sangat disayangkan apabila mereka yang mempunyai ilmu lebih namun enggan untuk berbagi. Tiap orang memang mempunyai mindset masing-masing. Ada yang mengatakan, “Ilmuku ya ilmuku, ilmu-mu ya ilmu-mu. Buat apa saya mengajarimu jikalau hal itu akan membuatmu semakin pintar? Bukankah hal itu akan merugikanku?” Itu ialah pernyataan yang bodoh. Bagaimana bisa ilmu yang kita miliki kemudian...

Inilah Don't give up

Bosan. Hingga hasilnya aku beranikan diri untuk menanyakan jawaban mengenai tulisan-tulisan dan tampilan di dalam blog saya. Pendapat mereka beraneka ragam. Dan aku mendapat banyak masukan dan kritikan yang menyakitkan, namun sifatnya membangun. Mereka ingin aku menulis lebih baik lagi. How amazing they are... Dari saran dan kritik mereka, hasilnya aku mulai mikir. Apa blog ini aku tutup aja ya? Pertanyaan itu selalu terngiang  tiap mendapat kritikan atau orang lain sanggup menemukan blog saya. Kaprikornus inget waktu dulu. Sering banget ngunci blog hanya alasannya orang lain tau alamat blog saya. Tindakan yang bodoh. Think again please. Dan aku fikir tindakan itu sangat kekanak-kanakan dan bersifat pengecut. Itulah mengapa para penulis online yang sering aku baca segan untuk mengeksplore apa yang ia tulis dengan rangkaian seleksi kepada orang lain. Agar orang lain sanggup memperbaiki presepsi dari si penulis. Dan memperbaiki presepsi si pembaca. Saling memperb...

Inilah Perkataan dan doa

Ayah pernah bilang gini, “Bener ya jikalau perkataan itu memang doa. Lihat aja kejadiannya Ayu Tingting yang sering menyanyikan lagu mengenai pacarnya yang tiba-tiba menghilang, Saskia Gotik yang menyanyikan lagu 1 jam saja bersama pacarnya, dsb.” Akhirnya saya mikir, bener juga ya. Mereka penyanyi, dan selalu menyanyikan nyanyian yang mempunyai dongeng tersendiri, dongeng yang menyedihkan dan ternyata itu terjadi. Padahal nyanyian yaitu perkataan, dan perkataan itu yaitu doa. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Kullu kalam addu’a, setiap perkataan itu yaitu merupakan do’a” Di dalam kehidupan masyarakat, sering kali kita menjumpai orang-orang yang seenaknya saja menyampaikan apa saja yang sedang mereka alami. Dari hal kebaikan hingga keburukan. Namun sangat disayangkan sekali jikalau keburukan itu terus menerus dikatakan. Agak miris, apalagi jikalau ngelihat teman-teman yang mengeluarkan kata-kata buruk hanya lantaran suatu permasalahan. Atau biasa disebut dengan “misuh”...

Inilah Menjadi bermanfaat

“Tuhan membuat sesuatu sesuai dengan ukurannya masing-masing. Dengan kata lain, tidak ada yang sia-sia di dunia ini. Seperti diciptakannya nyamuk. Betapapun mengganggunya dia bagi tidur seseorang, naun tetap punya arti pahi produksi obat-obatan pembasmi nyamuk. Bukankah dari nyamuk itu tercipta begitu banyak lapangan pekerjaan.” – Mengungkap Rahasia Hari-Hari- Pernah nggak kalian yang hidup sebagai insan sadar, akankah aku bermanfaat untuk orang lain? Binatang, tanaman, yang bagi kita menyebalkan saja termasuk mahluk yang bermanfaat, bagaimana kita sebagai insan yang memiliki logika dan pikiran lebih dari mereka? Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Inilah Udah kelas 12 ya? Iya.

Ceritanya, aku memiliki sobat yang sanggup kalian sebut dengan partner. Karena ia yaitu partner saya. Mungkin bagi kalian hal ini akan menjadi biasa saja, namun bagi aku tidak. Yang aku kagumi dari partner yaitu ia memiliki semangat yang tinggi. TINGGI SOBBB!! TINGGI!! Gila, keren. Itulah yang menciptakan aku kagum. Setelah membaca hingga sini, niscaya kalian telah menganggap hal ini biasa saja, namun bagi aku tidak, kenapa? Kenapa semangatnya sanggup on fire? Hahaha lucu sih, ceritanya ia lagi suka dengan seseorang dimana yang ia sukai akan mendaftar ke universitas ternama di kota kembang. Dia pun demikian. Dengan semangat mencar ilmu yang tinggi, hal itu akan membuatnya semakin berisi akan ilmu, dan taraaaaa usaha pun dimulai dan ia berharap supaya se universitas dengan ‘crush’-nya. Beda jurusan nggak masalah, yang penting satu universitas. Ya meskipun partner dan crush-nya tidak saling menyemangati. Berbincang saja jarang. Lucu ya. Yang aku kagumi dari ia adalah, ia memiliki suatu ...

Inilah Rahasia

Tidak semua belakang layar itu perlu kalian ketahui. Karena pada dasarnya, belakang layar memang sifatnya rahasia. Kalian tidak perlu tau. Kenapa? Kalau tidak rahasia, bukan belakang layar lagi namanya, tapi sesuatu hal yang biasa. Lalu bedanya apa? Jelas beda. Sesuatu hal yang biasa tidak istimewa, sebab semua orang telah mengetahuinya. Memang tidak semua belakang layar itu perlu kalian ketahui. Karena pada dasarnya, Yang Mahakuasa telah mempersiapkan waktu tersendiri mengenai belakang layar yang mungkin akan kalian ketahui. Dan pasti, itu ialah sebuah kejutan sebab kalian terkadang tak terbayang akan belakang layar tersebut. Rahasia memang sifatnya rahasia. Bisa saja belakang layar tersebut jelek untukmu apabila kalian mengetahuinya. Begitu juga dengan sebaliknya, bukan? Namanya juga rahasia. Kalian semua niscaya punya rahasia. Entah apapun macamnya. Salah satu adegan tersulit dalam hidup ialah menyimpan rahasia, berdasarkan saya sih. Termasuk belakang layar hati. Semoga dis...

Inilah Jumat sendu

Jumat kali ini cukup sendu Aku pun mencoba mendekatimu Terbujuk oleh teman-temanku Akhirnya saya terpaku Sudah lama, sudah usang kamu membuatku penasaran Hingga hati ini sangat deg-degan Aku pikir, ini hanya perasaan Yang mengalir tak terhentikan Aku menunggu dan terus menunggu Hanya untuk menunggu kehadiranmu Jumat kali ini memang cukup sendu Karena saya disini hanya menunggumu Kata teman, kamu menciptakan candu Candu akan kehebatanmu Membuat jutaan warna rindu Hingga mereka tersipu-sipu Oh Corel Draw, You are simply amazing. Di hari Jumat siang hari, 29 November 2013. Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Inilah 2013!!!

Gambar
Throwback 2013, Saya kira 2013 nggak manis, ternyata...nggak nyangka ya udah ganti tahun. Menurut saya, semua tahun itu berkesan dan niscaya ada sesuatu yang menciptakan sesuatu menjadi lebih baik. 2013 itu tahunnya anak gres gede. Dimana mereka mendapat angka 17 untuk angkatan kelahiran tahun 1996. Kebanyakan, kedudukan mereka berada di tahun kedua di Sekolah Menengah Atas, yang kata orang sih tahun dimana mereka mulai berproses untuk mencari jati diri. Mereka mencari apa yang disukai dan digemari. Serba coba-coba dan memantapkan diri. Apalagi yang namanya galau. Galaunya kayak gado-gado, macem-macem. Menurut saya, 2013 itu tahun yang istimewa. Dimana aku dan teman-teman 18 bebas dari sebuah tekanan retorika. Kami jadinya berdiri sendiri. Dikirain gampang, ternyata anggapan awal itu palsu. Kayak mirip bayi gres sanggup jalan, kadang beliau jatuh dulu gres sanggup bangkit. Dimana jatuhnya akan membekas pengalaman gres dan membuatnya semakin berpengaruh m...

Inilah Hujan Manis

Taukah kamu bulan apakah kali ini? Januari. Bulan pertama di taun 2014. Bulan yang dipenuhi oleh ucapan ulang tahun. Bulan penuh ujian. Bulan penuh hujan. Bulan dimana rindu berjatuhan tak tersampaikan. Akan ada seseorang yang bersandar menatap jendela. Jendela sekolah mungkin. Mengharap seseorang yang muncul dibalik embun hujan. Atau jangan-jangan bukan insan. Yang selalu muncul di pagi hari dan membawa aneka macam sinar. Cukup menghangatkan, mungkin. Teruntuk di Januari ini. Semoga Yang Mahakuasa segera membawanya kemari. Entah apa yang menciptakan seseorang teringat akan masa lalunya ketika hujan turun. Mereka berekspresi, mengungkapkan apa yang mereka rasa, apapun itu di sosial media. Peristiwa yang mereka alami bersamaan dengan air yang dengan riangnya berjatuhan dari langit, mungkin. Peristiwa anggun atau pahit, kita tak tahu. Hanya Yang Mahakuasa dan ialah yang mengerti.  Aku selalu berpikir ketika hujan turun. Kubuka memory di dalam otakku. Barang kali, ada sesuatu...

Inilah Hujan Tersirat

Lagi-lagi wacana hujan. Hari ini saya melihat dia. Bukan hanya hari ini sih, setiap hari juga. Namun, ada yang beda dari dirinya. Hari ini beliau menangis, ketika yang lain sedang belajar. Dia menangis dipelukan temanku ketika beliau hingga di sekolah. Aku pun menghampirinya. Terdengar sesak, dan saya semakin penasaran. Kalian niscaya akan berfikir untuk bertanya "kenapa?". Karena jawabannya yaitu sesuatu yang tidak kalian kira. Langit di pagi ini memang sendu. Genangan air pun tersedia dijalanan. Hujan masih saja turun dengan riangnya. Dan ketika ini, masih saja ada orang yang mengeluhkan hal tersebut ketika berangkat ke sekolah. Padahal beliau sedang mengendarai kendaraan pribadinya. Selip sana selip sini, padahal lampu merah traffic light sudah menyala. Dasar manusia.  Hari ini saya melihat dia. Melihat beliau menangis tersedu-sedu. Aku pikir, mungkin beliau habis jatuh. Atau mungkin, wacana laki-laki. Atau mungkin..ya sudahlah. Lalu saya mencoba menyusun rangka...

Inilah A boy on my home

Sometimes, he waiting someone Waiting someone on my home With his bicycle alone Every morning on my home Always smile if I give greeting I know who will his waited Every morning, I always see him Waiting someone on my home And always smile if I give greeting Do you want to know who is he? My little brother's friend Do you want to know what will my parent's saying when I tempt my brother's friend? "When are your boyfriend will pick you?" Just simple answer, Someday. Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Inilah Random

Secara nggak langsung, kesempatan berguru di dingklik Sekolah Menengan Atas tinggal sebentar lagi. Kalo lagi bareng temen-temen niscaya bakal tanya, “UDAH H-MIN BERAPA INI???!!!” Iya. Saya tau. Udah H-min berapa tapi nilai sama aja. Nggak sesuai ekspetasi. Perasaan juga udah belajar, doa, dan semacamnya, tapi.........oh God why oh no. Mungkin perjuangan dalam pencapaian sesuatu kurang sungguh-sungguh. But, I have a friend, she’s my classmate. Kita sekelas selama 2 tahun dan dikala saya melihat hasil ujiannya.....oh God. Sekolah saya memang berisi bawah umur pintar. Tidak hanya bakir ding, juga cerdas. Menurut saya, mereka semua memiliki kelebihan yang istimewa. Namun sangat disayangkan bila rata-rata dari mereka semua tak memiliki rasa sosial yang tinggi. Kepintaran mereka hanya terpusat untuk kepentingan mereka sendiri. Tes demi tes telah kita lalui. Hasilnya pun mulai keluar. Ketika  kami berkumpul untuk berguru bersama, seseorang membuka pembicaraan. Sebuah topik hangat y...

Inilah Destiny

Kali keduanya saya meminjam buku di perpustakaan rubah. Padahal buku pertama saja belum dikembalikan. Entah apa yang menciptakan buku ini menarik perhatian ketika saya mengamati puluhan buku yang tertata rapi di rak. Aahh, semuanya indah. Aneh memang bila seorang anak hanya menyukai puluhan rak buku dengan arsitektur dan tatanan yang rapi di sebuah perpustakaan atau toko buku. Mondar-mandir dari satu rak ke rak yang lain. Mencium aroma buku yang selalu menempel ditiap halamannya. Semua terlihat menyegarkan. Hiperbola ya? Gapapa, sekali-kali. 9 matahari. Secara kebetulan, atau memang ini takdir Tuhan? Takdir bahwa saya harus membaca buku ini. Membukanya pun membuatku mengantuk, apalagi membacanya?  Perkenalkan saja, dia seorang mahasiswa baru, Tari namanya. Kehidupannya cukup sederhana, sampai kesederhanaannya menciptakan keluarganya enggan untuk mendukung Tari melanjutkan sekolah, ke sebuah akademi tinggi. Kuliah masih menjadi barang mewah. Hingga penantiannya selama 2 tah...

Inilah Hijrah

Hijrah dari suatu kawasan ke kawasan yang lain nggak semudah yang kalian bayangkan. Saya memang anak yang tidak terlalu dituntut untuk menggunakan jilbab, dulunya. Ya alasannya sekolah saya dulu mewajibkan untuk menutup segala aurat, jadilah ibarat ini. Nggak semua anak mau masuk di sekolah ibarat itu, terkecuali saya sih, ngejar cinta soalnya. KHAHAHA. Bercanda. Labilnya anak Sekolah Menengah Pertama itu wajar. Jadi, ketika ada seseorang yang merasa, “Wah lucu banget rambutku hari ini :3”, “Asikkk hari ini nggak bad hair day”, kemudian dia segera mengambil kamera dan berselfielah, selanjutnya di upload ke media umum dan comment like pun bertebaran. Setelah satu anak mengupload foto selfienya, bawah umur lain pun juga ikutan. So... everybody know you hair, girl. Kalau ada hal ibarat ini, please, please jangan ikut-ikutan alasannya itu merugikan kalian sendiri. Dampaknya memang bukan ketika itu juga, tapi suatu ketika kalian mengerti bahwa itu perbuatan yang disesalkan. Ya mungkin ...

Inilah Salam

Ceritanya nih saya mau melaksanakan suatu transaksi. Sebut saja dengan transfer uang ke suatu bank syariah. Saya memang tak memiliki rekening, jadi saat saya ingin melaksanakan transfer tunai maka saya harus ke bank tersebut. Sewaktu saya memarkirkan kendaraan, terlihat satpam yang ngeliatin saya. “Pasti bapaknya nganggep ada anak kecil ngapain ke bank”, pikir saya waktu itu, but I don’t care deh senyumin aja tuh bapaknya.  Di perjalanan saya menuju ke pintu masuk, tiba-tiba bapak satpamnya bilang, “Assalamu’alaikum selamat tiba Ibu.” Oh My God. Anyway saya nggak mempermasalahkan kata “ibu-nya” sih, yang bikin saya kaget itu waktu bapaknya ngucap salam. Rasanya pengen nyapa balik kayak gini, “Gilaaaaa lo sodara muslim gue sumpah”, dan rasanya itu nggak mungkin saya ucapkan, kemudian saya membalas salamnya saja sambil tersenyum. Melenggang masuk bagaikan ngerti apa yang harus dilakukan, secara nggak sadar sistem bank ini beda dari yang biasanya. Akhirnya saya bertanya kepad...

Inilah Untitled

Seorang anak pria telah tamat melaksanakan sholat maghribnya, beliau pun berdoa. Sama menyerupai yang dilakukan di setiap sholatnya, memanjatkan doa dan ungkapan yang ingin disampaikan untuk kepadaNya. Begitupun denganku. Dengan mata terpejam, saya mendengar suatu lembaran kertas yang dibuka oleh seseorang. Aku yang penasaran, kubuka mataku perlahan. Dengan lisan yang masih mengkomat-kamitkan suatu mantra, ku intip siapakah yang membuka lembaran kertas tersebut seusai sholat jama’ah waktu itu. Tumben banget, pikirku.  “Yuk ngaji”, katanya dengan berbinar-binar. Aku yang merasa doaku memang belum rampung, sengajalah kupersingkat curhatku kepadaNya, demi seseorang yang berbinar itu. Kita pun membaca surah Al-fatihah dan mulailah kita mengaji. Aku yang merasa grogi, alasannya ialah memang pertama kalinya beliau memintaku untuk mengajarinya membaca buku terbaik di dunia ini, beruntung akan hal itu. Seusai membaca, beliau pun pergi menyopot sarungnya dan meninggalkanku. Aku terdiam...

Inilah Gilar dan Ragil

Tubuh mungilnya merintih. Kulitnya yang kecoklatan menjelma pucat. Semua orang panik, terutama wanita itu. Seseorang yang sedari awal selalu menggerakan bibirnya, mengeluarkan bunyi dengan lirih dan perlahan, meminta sebuah usul biar dikabulkanNya. Hingga bunyi burung gagak pun terdengar masuk ke dalam gendang telinganya. Dan tamatlah sudah, selamat tinggal. Semua perandaian itu selalu dirangkai. Andai saja kalau.. andai saja jika.. Hingga balasannya kita sadar bahwa inilah titik yang harus diikhlaskan.  Punya abang pria tampaknya mengasyikan. Kita dapat bertukar cerita, bertukar pikiran, mencoba pengalaman yang menyenangkan, dapat diantar kemana saja, berjalan beriringan berdua, bertengkar kecil tiada habisnya. Semua perandaian itu kosong. Buat apa berandai kalau orang yang dibicarakan sedang pergi? Pergi menuju perjalanan panjangnya, bersama para malaikat kecil lainnya, bersiap menunggu sampai sangkakala dibunyikan. Rencana Yang Mahakuasa selalu sempurna. Meski...