Inilah Halo, selamat pagi

Halo, selamat pagi. Kamu tau ini jam berapa? Yap, 9.30.

Di malam Senin, saya mencoba untuk mendalami mata pelajaran yang akan diujikan di hari Senin. Begitu jam pertanda angka 21.00, entah apa yang menciptakan mata untuk lebih tertarik menyimak twitter daripada buku tersebut. I read some tweet, that's boost my mood. Meskipun saya tak tau apa yang dimaksud, untuk siapa, dan bertujuan apa. Hingga balasannya saya lelah dan mencoba untuk tertidur.

Tepat pukul 03.30 alarm "Hallo Patrick, ini saya Spongebob, saya butuh bantuanmu" berbunyi. Melihat buku mapel yang akan diujiankan pada hari ini terlihat menyedihkan. Karena rasa kantuk yang super dahsyat, balasannya saya tertidur kembali.

04.30, saya terbangun. Mencoba memamahi dan menyimak apa yang tertulis. Dari acara tersebut, saya gres menyadari kenapa semalam saya tidur terlalu cepat. Ini sumpah asing keren banyak banget pelajarannya. Dasar cemen. Akhirnya saya mencoba berpikir. Bukan berpikir mengenai mapel yang akan diuji nanti, namun memikirkan suatu rencana.

05.00, Ayah membuka pintu kamar. Cukup usang berdiri dan melihat anak perempuannya membuka buku, balasannya dia keluar dan menutup pintu tersebut.

06.15, saya mandi pagi. If you know what I mean, niscaya kau mengerti apa yang telah direncanakan. Untuk pertama kalinya, saya keluar rumah bersama adek, kakak, dan ayah yang akan mengantar mereka.

Melewati Jalan Supriyadi, menuju Simpang Lima, dilanjutkan Sungai Banjir Kanal Barat dan diakhiri melewati Tugu Muda. Rute perjalanan hari ini memang cukup panjang. Dan menikmati perjalanan yaitu salah satu hal favorite ketika mengendarai.

Home. "Yah...ayah.." Teriak saya dari lantai dasar. Ayah yang sedang mengurusi ayam barunya berlari kaget serta bilang, "Apa ta??!!". Seperti terkejut, mengapa anak perempuannya kembali ke rumah. Saya menyampaikan bahwa saya terlambat, dan di hari itu saya menggunakan sepatu putih. Akhirnya Ayah memperlihatkan tanggapan yang tak mengenakkan. Ketidakrelaan orangtua akan sikap anaknya.

Ganti baju dan cepat-cepat membuka buku. Oh iya, kalau lagi buka buku niscaya selalu ingat akan pesan dari seseorang pemilik daerah minum Angry Bird, "Kalau mau baca, berdoa dulu supaya dikasih pemahaman sama Allah”. Disaat itu saya mulai khilaf dan menyesal akan acara semalam.

Sudah selesai akan pekerjaannya di pagi hari, Ayah turun dan menuju ke kamar saya. Dan dugaan saya salah. Ayah senyam-senyum mringis ibarat memergoki bahwa anaknya memiliki planning yang nakal. He knew me.

Akhirnya saya menjelaskan apa yang direncanakan. Melihat dari raut wajah Ayah yang tampaknya agak nggak rela, balasannya dia mengerti. Biarkan anaknya yang akan menanggung semua. Menanggung susulan. And I must prove it to my super daddy.

Sebenernya itu yaitu notes hari Senin yang nggak sempet ke-update. Jangan ditiru dan semangat susulan!
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih