Inilah Hari Terakhir 2013
Selasa, 31 Desember 2013
“Tidak ada persahabatan yang tepat di dunia ini, yang ada hanya orang-orang yang sebisa mungkin untuk mempertahankannya.” – Winda Efendi, Refrain.
Sesungguhnya, saya nggak suka baca quote. Apalagi quote menye ihwal persahabatan. Mungkin, alasannya ialah keadaan yang saya alami tidak senasib dengan quote tersebut ya, alhamdulillah. Tapi, dari quote yang saya tulis di atas by the way ada benernya juga sob. Terkadang, waktu dapat mendekatkan dan juga dapat menjauhkan. Kalo kata azizatoen nih, semakin sampaumur seseorang berbanding lurus dengan semakin sedikit waktu yang dapat diluangkan untuk bertemu dengan sahabat lamanya.
3 tahun yang kemudian pergi bareng belum dewasa ini. Di tanggal dan bulan yang sama, dengan orang yang sama.
Me with Diana dengan marga Baagil
Me with Liza, Dinyo, Lija, Lizard.
2008
2013
Hellooo, let me introduce they are. Klasik sih, mereka sahabat sewaktu Sekolah Menengah Pertama tepatnya kelas 7 kami saling kenal. Pertama kali saya kenal sama Diana. Dia sahabat pertama saya yang keturunan Arab. Pertama kali kami kenal, ia dongeng aneka macam mengenai humor-humor lucu. Berhubung ia bercerita dengan sangat bersemangat, saya ikut tertawa dan larut dengan ceritanya, walaupun faktanya saya nggak mudeng dongeng itu sama sekali. Dan selang setengah tahun kemudian, ia menceritakan humor-humor lucu itu kepada teman-teman sekelas. Disaat itu saya tertawa dan mengerti apa yang dimaksud. Akhirnya saya mengaku bahwa yang diceritakan dikala pertama kali pertemuan itu nggak mudeng sama sekali hahaha lemot banget gue.
Yang kedua ialah Liza. Dia sahabat sebangku saya. Banyak yang menyampaikan bahwa kami mirip. Dari mata, rambut, kesukaan, cowok, bahkan buku kami kembar dikala hari pertama masuk sekolah. Dan hebatnya, ia dapat tau siapa yang saya sukai di sekolah dikala beranjak moveon #eaaa. Emang ya, mata nggak dapat bohong. Sejak kejadian itu, balasannya kami saling buka-bukaan satu sama lain. Dari mulai gaya favorite kami, emo. Gaya foto kami yang terkadang kembar. Sampai pada suatu hal yang memalukan HAHAHA.
Namanya juga menjalani suatu hubungan. Diibaratkan kita naik motor, niscaya di jalan banyak halangannya. Selagi saling menjalin tali silaturahmi dan tetap menjadi apa adanya, insyaAllah persahabatan ini hingga selamanya. Love you, Philtunyo.


Komentar
Posting Komentar