Inilah Hi!
Assalamualaikum, apa kabar? Iya kamu, apa kabar? Sejak Februari kau selalu tak berkabar. Hanya membisu dan menetap di lembar yang mulai usang. Menunggu sesuatu yang terdengar tidak menyenangkan. Berujung pada suatu titik yang alhasil hanya membisu dan mulai bosan.
HAHAHA PARAH.
Abaikan ke-‘ewh’-an intro diatas. Hallo apa kabar, blog? Sudah lama saya tak bersua, hanya untuk menceritakan yang memang ingin diceritakan. Malam ini, iya sempurna malam ini, saya mulai stalking perihal blog punya teman. Melihat, apakah ada dongeng terbaru dari mereka? Mereka yang mulai dengan sibuk dengan dunianya. Dan tiba-tiba, saya menemukan sebuah komentar jawaban yang menyampaikan bahwa, “Hi! I miss your adventure’s story!” Sesederhana itu.
Minggu lalu, saya menemui dua orang sobat yang sedang menikmati makan malamnya. Karena di daerah tersebut juga menjual ice cream greentea, alhasil saya ajak mereka untuk menemani. Sebetulnya, sehabis sobat saya makan, kami akan pergi ke daerah lain. Namun, alasannya mumpung masih di daerah tersebut, ya yaudah mereka berdua ikut.
Karena diburu waktu, sesegera mungkin kami menuju ke daerah parkiran. Hingga di penghujung jalan, ternyata hujan turun. Padahal ada dua orang sobat yang sedang menunggu kami untuk menuju ke daerah lain. Akhirnya kami menepi, diam, memandang hujan dan berharap kapankah langit akan berhenti menangis? (alay) (hiperbola) (maafkan)
Teman saya bilang, “Allahumma Soyyiban Naafi’aa.” Teman saya yang satunya galau akan arti dari doa tersebut. Akhirnya sobat saya bilang, “Jadikanlah hujan ini bermanfaat.” Dan.. perdebatan pun dimulai
“Lah jika udah baca itu, tapi waktu dijalan jatuh gimana?”
“Ya yaudah berarti nasib. Yang penting, kita doa dulu aja biar hujan ini sanggup manfaat”
Akhirnya kami mengakhiri debat tersebut. Hingga datanglah seorang anak cukup umur memperlihatkan koran,
“Excuse me, wanna buy a newspaper?”
Kami yang sedari hanya duduk, alhasil bangkit dan mengajak anak itu untuk berbincang. Uniknya, dia memperlihatkan koran dengan memakai bahasa Inggris. Akhirnya kamipun kepo, kepo kenapa dia memperlihatkan pakai bahasa Inggris, dia tinggal dimana, sekolah dimana, cita-citanya dia, berguru bahasa Inggris darimana. Sekitar 10 menit dari percakapan kami dan adeknya, hujan pun berhenti.
Ada beberapa nasihat dari adanya sebuah “doa sederhana” yang selalu dianggap kecil oleh beberapa kalangan. Namun, dari adanya doa itu menimbulkan anggapan, “Dari doa dan menunggu hujan, mana mungkin kami sanggup bertemu dengan anak tersebut. Dia rela bahkan wajib untuk keluar malam-malam demi mendapat uang, sedangkan kami? Keluar malam-malam untuk bermain. ”
Cukup menohok, tapi ya mau gimana lagi hehe.
Dilain waktu, sewaktu saya menonton tv bersama Mama di sebuah program musik di tv. Host di program tersebut bertemu dengan seorang bapak pemulung dimana bapak tersebut diberi challenge. Tantangannya yaitu, mengumpulkan sampah sebanyak-banyaknya selama 2 menit (kayaknya). Sebelum bapak itu melaksanakan challenge, hostnya tanya “Apabila bapak berhasil, uangnya untuk apa?” dan bapaknya menjawab “Uangnya...untuk persalinan istri saya” (sambil muka sedih) (muka penuh harap)
Dan challenge pun dimulai. Bapaknya mengumpulkan sampah dengan cepat dan ulet sampai di penghujung waktu sampah pun dikumpulkan untuk dihitung berapa beratnya. Host mengajak bapak itu untuk membayangkan apabila ia berhasil atau tidak.
Dan tibalah waktunya pengumuman, bapak tersebut berhasil mengumpulkan sesuai target. Bahkan lebih! Dengan muka berbinar, dengan mata yang tak lepas dari uang yang dia genggam, ia eksklusif sujud syukur.
Hidup di bumi ini banyak godaan, godaan hati terutama. Hati yang selalu merasa kurang akan apapun di bumi ini. Padahal segala yang ada di bumi ini ialah fana. Nyadar ngga sih? Ketika kita mengeluh akan datangnya hujan, disisi lain ada yang senang alasannya ojek payung mereka laris keras. Ketika mengeluh akan uang saku yang kita dapat, disisi lain ada orang yang sangat bersyukur saat mendapat recehan. Ketika kita sedang bersusah hati tidak mempunyai jam yang mahal untuk digunakan di tangan, lihatlah mereka yang tidak punya tangan namun tetap bersyukur akan karuniaNya.
#ntms
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar