Inilah Hijrah
Hijrah dari suatu kawasan ke kawasan yang lain nggak semudah yang kalian bayangkan. Saya memang anak yang tidak terlalu dituntut untuk menggunakan jilbab, dulunya. Ya alasannya sekolah saya dulu mewajibkan untuk menutup segala aurat, jadilah ibarat ini. Nggak semua anak mau masuk di sekolah ibarat itu, terkecuali saya sih, ngejar cinta soalnya. KHAHAHA. Bercanda.
Labilnya anak Sekolah Menengah Pertama itu wajar. Jadi, ketika ada seseorang yang merasa, “Wah lucu banget rambutku hari ini :3”, “Asikkk hari ini nggak bad hair day”, kemudian dia segera mengambil kamera dan berselfielah, selanjutnya di upload ke media umum dan comment like pun bertebaran. Setelah satu anak mengupload foto selfienya, bawah umur lain pun juga ikutan. So... everybody know you hair, girl. Kalau ada hal ibarat ini, please, please jangan ikut-ikutan alasannya itu merugikan kalian sendiri. Dampaknya memang bukan ketika itu juga, tapi suatu ketika kalian mengerti bahwa itu perbuatan yang disesalkan. Ya mungkin kalian akan tersadar ketika kalian sudah menggunakan jilbab. Masa iya tega nunjukin mahkota ke orang yang belum muhrim :’) (sok-sokan melow). Semoga kita selalu membuka hati dan selalu mendapat hidayah dariNya ya.
Setelah memantapkan hati untuk tidak membuka hijab di kawasan umum, niscaya ada dong rintangan demi rintangan yang perlu kita lalui. Yap, salah satunya dengan jilbab paris. Ngerti jilbab paris kan? Yang tipisnya beneran tipis banget ituh. Dan jilbab kain pun tersingkirkan oleh kehadiran jilbab paris yang memang enteng dan nggak panas. Yaiyalah tipis, hehe. Kalau tipis, kemudian apa? Nerawang dong rambutnya. Tapi secara kecerdikan dan prinsip ekonomi nih, jilbab paris itu kan murah, dan jilbab langsungan yang memang bener-bener abadi harganya 4xnya kerudung paris, jadi...pasti semua orang akan menentukan kerudung paris, alasannya apa? Murah! Yey.
Tanpa disangka, petunjuk dari Tuhan emang tiba dari jalan yang tak terduga. Akhirnya saya dapet isu dari sebuah tumblr.com. Untuk menanggulangi kerudung paris yang begitu tipis, kita dapat kok menambahkan 1 kerudung paris lagi semoga nggak nerawang. Kainnya double berarti. Lalu karenanya saya coba. Banyak yang tanya,
“Loh, kau pake dobel lit? Apa nggak panas?”
“Ciye di doble kerudungnya.”
“Kamu sumuk nggak lit?”
“Kok kerudungmu tebel lit? Caranya gimana?”
Berbagai macam ciye, heran, dan bahkan ada yang makin nyeramahin semoga sekalian menutup dada. (karena biasanya disampirkan kanan kiri). I love you all! Ya walaupun kadar ciye dari mereka semakin banyak, dan semakin bikin malu, tapi karenanya saya bikin “benteng pertahanan diri.” NYAHAHA. Jadi... terserah mah situ mau ngomongin apa yang penting doakan aja moga jadi cewe yang baik dan muslimah #tsaah.
Saya memang mengikuti rohis. Ya alasannya organisasi tersebut terlihat menarik. Semua anggotanya terlihat sederhana dan nggak ada kata boros deh jikalau jajan. Dan yang saya suka setiap ngumpul di serambi masjid, kita kan sering ngobrol-ngobrol tuh nah disitulah rasa ukhuwah dan persaudaraan yang kentel antar sesama muslim. Contohnya nih, saya kan jikalau pakai kerudung masih nggak genah. Kadang disampirkan kanan kiri. Kadang dibiarkan menjulur. Kadang dicopot jikalau sumuk (eh ini bercanda). Nah, ada tuh orang yang ngedeketin saya bilang gini, “Eh lit, mending to kerudung kau dikasih pin, soalnya kalo dibiarkan menjulur kayak gitu ntar kan lehermu kelihatan kalo kena angin hehehe.” Dan saya bilang okay. Tapi selanjutnya saya hiraukan lagi muehehe yang penting kan menjulur kebawah. Tapi lama-kelamaan orangtua serta adik saya yang fashionable bilang, “Mbak lita ki koyok cah pesantren og”, “Mbak Lita ki koyok orang desa og, pelosok”, “Kerudungmu kok gitu sih mbak?”, “Jangan-jangan kau adegan terorpip...”, “Mah saya takut kalo Mbak Lita dihasut anutan sesat.” Hingga karenanya Ibu saya bilang, “Dikasih pin gitu lho.” Selanjutnya saya pun berpikir. Nggak hanya mikir deng, saya juga ngaca waktu itu. Akhirnya saya nyoba deh kasih pin. And..... I look so beautifffffffckkkk (keselek). Nggak, saya tetap biasa saja. Yang penting nggak dikatain sama mama dan adek deh.
Saya anggap kali ini menjadi super syar’i dengan menjulurkan kerudung hingga bawah, pakai pin pula. Yah namanya setan selalu mengusik hidup insan dengan aneka macam cara, salah satunya dengan menghasut pikiran. Kadang saya berpikir. (Lita kalo mikir kadang kala doang ewh). Nggak deng, setiap detik saya berpikir, hanya di suatu waktu saya punya anggapan bahwa...pasti ada orang yang anggep saya sok alim lah, cupu abish, dan blablablah. Namun semua anggapan itu berubah ketika teman erat saya yang nge-hits seantreo sekolah juga berpenampilan yang beda dari biasanya.
Iman itu selalu naik turun. Ketika kepercayaan saya mulai membuktikan keregresifannya, teman erat saya itu menggunakan kerudung yang beda dari biasanya, benar-benar menjulur dengan pinnya and she look beautiful, for sure. Padahal pada ketika itu saya lagi menyampirkan kerudung kanan kiri. Malu banget rasanya. Padahal dia sering tanya-tanya perihal kerudung yang saya pakai waktu itu. Tapi, ketika kepercayaan saya membuktikan keprogresifannya, teman erat saya malah menyampirkan kerudung kanan kiri. Ahh....manusia. Tapi akhir-akhir ini dia mengupload suatu foto lebarannya, dan dia terlihat sangat syar’i. Yup, she look beautiful. Semoga dia selalu menginspirasi semua orang^^
Tentang rangkepan. Dari dulu SD Ibu saya selalu memakaikan anaknya rangkepan. Kata beliau, semoga jikalau anaknya lagi hiper, pencilakan, lari-lari tetep aman. Seiring bertambahnya usia, saya sering lihat temen-temen saya yang memang alumni dari sekolah superdupermega islamic make rangkepan celana babydoll. Ngerti kan? Celana yang unyu untuk tidur. Padahal saya? Beh....nggak kalah menarik deh.
Nah ini lagi. Lagi-lagi ada aja bahasan adalah perihal rangkepan waktu kumpul-kumpul di rohis. Intinya kayak gini sih, “Kamu tega ngebiarin kaki putihmu dilihat sama anak laki-laki?” Ya meskipun kaki saya nggak putih-putih amat hehe karenanya I tried to pake leging dan kaos kaki. Sempet juga ada yang bilang,
“Ciye celana sama roknya balapan.”
“Lit, kau nggak sumuk?”
"Ribet banget sih"
Kalo orang lihat sih niscaya bakal anggep itu sumuk dan panas, tapi sesudah make rasanya ya biasa aja. Malah jadi penghangat badan kalo AC kelas lagi dingin-dinginnya. Kalau lagi naik motor juga nggak kepanasan. Banyak manfaat deh pokoknya.
Suatu perubahan itu nggak segalanya instan, semua butuh proses, dari proses itulah kita dapat berguru dengan mengambil pesan yang tersirat yang disampaikan olehNya.Ya meskipun cara berpakaian saya belum seutuhnya sempurna, jalannya juga kadang masih belok-belok super bandel, tolong ingatkan saya ya. Dan by the way semua ini nggak akan ada apa-apanya tanpa pertanyaan, saran, ejekan, doa belakang layar dari seseorang (HAHAHA GA MUNGKIN) dari semua orang mengenai transfromasi penampilan selama ini. Semoga Tuhan swt makin sayang kalian semuaa!
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar