Inilah Hujan Tersirat

Lagi-lagi wacana hujan.
Hari ini saya melihat dia. Bukan hanya hari ini sih, setiap hari juga. Namun, ada yang beda dari dirinya. Hari ini beliau menangis, ketika yang lain sedang belajar. Dia menangis dipelukan temanku ketika beliau hingga di sekolah. Aku pun menghampirinya. Terdengar sesak, dan saya semakin penasaran. Kalian niscaya akan berfikir untuk bertanya "kenapa?". Karena jawabannya yaitu sesuatu yang tidak kalian kira.

Langit di pagi ini memang sendu. Genangan air pun tersedia dijalanan. Hujan masih saja turun dengan riangnya. Dan ketika ini, masih saja ada orang yang mengeluhkan hal tersebut ketika berangkat ke sekolah. Padahal beliau sedang mengendarai kendaraan pribadinya. Selip sana selip sini, padahal lampu merah traffic light sudah menyala. Dasar manusia. 

Hari ini saya melihat dia. Melihat beliau menangis tersedu-sedu. Aku pikir, mungkin beliau habis jatuh. Atau mungkin, wacana laki-laki. Atau mungkin..ya sudahlah. Lalu saya mencoba menyusun rangkaian kata yang beliau ciptakan untuk menjelaskan sesuatu dan saya mencoba memahaminya. Dia melihatku, dan mencoba meluapkan segalanya. Ternyata, beliau mengubungiku ketika tragedi tersebut berlangsung. Aku pun tercengang. Ku coba memeluk beliau dan berusaha menenangkannya.

Masih saja, ada yang mengeluh disaat hujan. Padahal beliau sedang mengendarai kendaraan pribadinya. Hujan sih hujan, semua orang juga merasakannya. Apalagi dengan yang namanya air dan basah, semua orang juga merasakannya. Tidak pernah terbayangkan kan? Dengan pelajar yang setiap hari selalu berjalan kaki dari rumahnya hanya untuk menuntut ilmu. Berhubung kali ini hujan deras dan banjir, tak ada satu pun bis yang lewat. Bahkan angkot pun jahat, tak mau mendapatkan penumpang. Katanya sih begitu. Dia pun diturunkan oleh angkot yang berbaik hati dengannya. Dan disaat itu, beliau menghubungi teman-temannya. Termasuk aku. Akhirnya, beliau tetapkan untuk berjalan kaki. Hingga ketika ini beliau bangun di depan koperasi.

Karena bersyukur atas segala nikmat itu penting. Karena semua datangnya dari Sang Maha Kuasa. 
Tuhan selalu punya diam-diam dibalik skenario yang Dia ciptakan. Dan saya suka akan hal itu. 
Semangat menuntut ilmu untuk semuanya, biar kita selalu dilimpahkan oleh ridho oleh-Nya.


Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih