Inilah International Language Class with Sahabat Tenggang, FIM OYE, and AIESEC LC Undip
Halooooo! Long time no post! Minggu kemudian saya dateng ke rubah finally:”) gara-gara diajak teman saya, Afnurul, and here we are. Jadi, sempurna di hari Kamis, 9 Juli 2015, FIMOYE (Forum Indonesia Muda) berkolaborasi dengan AIESEC LC Undip menciptakan sebuah program yang berjulukan ILC atau International Language Class di SDN Tambakrejo 03 (Jl. Kaligawe kp.Tenggang RT.06 RW.07) Semarang.
Poster dari International Language Class (ILC)
Jadi, para bawah umur exchange dari banyak sekali negara akan mengajarkan kepada adik-adik Rumah Belajar Sahabat Tenggang mengenai culture atau budaya dari exchange participant. Banyak adek-adek yang exited dengan kegiatan tersebut, alasannya mereka rela mondar mandir dari translator ke bulenya hanya untuk berbicara dengan exchange participant. Mulai dari tanya, “Kak, bahasa inggrisnya kau dari mana itu apa?”, “Kakkk, ayo kesini saya pengen ngomong sama kakaknya!” dan sebagainya yang menciptakan kakak-kakak yang lain juga kebingungan ketika ditanya balik dengan bulenya.
Acara pertama dibuka oleh kedua MC yang berasal dari kakak-kakak FIM (wohooy ), kemudian diisi sambutan oleh Bapak Kepala Sekolah SDN Tambakrejo 03, Bapak Ketua RT, dan Ketua Panitia adalah Kak Kania. Setelah itu, para exchange participant dipersilahkan untuk memperkenalkan diri. Mereka berasal dari banyak sekali negara menyerupai China, Poland, Belanda, Vietnam, Taiwan, Mesir, dll. Btw, mereka memperkenalkan diri memakai Bahasa Indonesia looh hehehe masih basic sih tapi pronunciationnya tidak mengecewakan kok^^
Hellooo Kak Kania!
Sewaktu para exchange participants memperkenalkan diri
Setelah itu, adek-adek Rubah dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti Class Time. Di dalam Class Time, adek-adek Rubah diajarkan bahasa gila terutama Bahasa Inggris, unique culture dari para exchange participants, Roll Dance, dan..pokoknya wacana berguru yang mengasyikan deh. Contoh dari unique culture itu menyerupai Joan, exchange participant yang berasal dari China mengajarkan bagaimana cara memegang sumpit dan ia juga menceritakan hal-hal unik lainnya di China.
Roll Dance
Class Time
Setelah berusaha ngobrol dengan para exchange participant dengan proteksi Afnurul (yehee thankyou Ruul!), saya kenalan sama yang namanya Kaya. Namanya unik, dan ia selalu bilang kepada orang Indonesia yang berkenalan dengan ia menyerupai ini, “Yeaah I know Kaya in Indonesia is mean rich.” Kaya berasal dari Poland dan ia melaksanakan perjalanan ke Indonesia selama 20 jam. Jadi, sewaktu di bandara ada kebakaran kecil dan kesalahan teknis gitu yang menjadikan Kaya tidur di bangku bandara. Poor Kaya. Dia juga membuktikan daerah tinggalnya di Semarang, dengan membuktikan sebuah Peta. Dia tinggal bersama volunteer yang berada di Banyumanik. Sewaktu ia tau posisinya kini (di Tenggang), ia shock alasannya letaknya sangat jauh.
Mereka (para bule) juga ikutan buka puasa bareng loooh. Jadi, program ILC berlangsung hingga maghrib. Mereka juga ngerasain masakan tradisional Indonesia menyerupai klepon, katanya sih unik dan mengandung surprise (surprise jare). Ketika sedang memakan klepon, tiba-tiba ada yang meletus di dalam lisan dan terasa manis. Ya! Ada gula jawanya! Penutup dari acara, para exchange participant berbaris dan saling membagikan semacam hadiah yang telah disediakan oleh kakak-kakak yang saya tidak tau abang siapa. Ada hal unik juga nih, ketika adek-adek Rubah salim kepada bule (memang sudah menjadi kebiasaan usai kelas adik-adik salim kepada kakak-kakak) ada exchange participant dari China juga membungkukkan tubuh sebagai rasa hormat. Indahnya perbedaan
Saya dan Afnurul bersama exchange participants dari Vietnam
With exchange participants dari China. Joan dan mas ganteng kesukaan Dita. Haha!
Dan hingga balasannya para exchange participants pulang dengan memakai angkot. Sebenarnya saya ingin duduk dulu di Rubah, tapi berhubung Dita (adek Rubah) yang pengeeen banget foto dan ngobrol sama 'someone' menciptakan saya juga ikutan mengantar mereka hingga naik angkot. Namun, ketika kita sudah hingga ternyata Dita ngga berani ngomong sama bulenya. Akhirnya ia minta tolong untuk memfotokan Dita dengan exchange participant dari China. Kata Dita, "Yampun Kak, aaaaaa ganteeeng banget!" Habis foto, biasalah namanya juga cewe pribadi ngefly-ngefly gimana gitu.
Tapi, dari kegiatan ILC tersebut banyak juga yang termotivasi buat lebih rajin berguru bahasa Inggris semoga lancar ngomong sama bulenya, pengen ngerasain yang namanya luar negeri, pengen ngerasain salju, dll. Ya yaitu, yang paling semangat Dita. Ngga hanya Dita ding, ada Kushi, Dinda, Vika, dan adek-adek yang lain. Semoga impian kalian (dan saya) untuk pergi ke luar negeri segera terwujud yah! Mari aminkan tolong-menolong dengan khidmat. Aamiin^^
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com















Komentar
Posting Komentar