Inilah Pahit dan manis

Hello, selamat pagi.

Hari Minggu, 27 Oktober sekitar jam segini........baru bangun tidur di kelas, haha. Nggak kerasa ya, udah 3 ahad lebih berlalu. Program kerja yang udah disiapin semenjak bulan Januari, tepatnya di 5 Januari 2013 kami berkumpul untuk membentuk sebuah kepanitiaan. Banyak diantara mereka yang masih malu-malu dan canggung sehingga tegur sapa terasa aneh. Saya juga. Menentukan tema yang abstrak dan masih ngambang yang tak kunjung selesai menciptakan kami jenuh akan perkumpulan ini. Banyak diantara mereka yang mencoba keluar, namun berhasil bertahan karena....ya, Tuhan dan semesta masih mendukung.

Masih ingat atmosphere dikala itu dimana langit terlihat cerah dan bintang-bintang bertaburan di langit. Tepat pukul 20.30 angin terlihat kasat mata dan daun-daun berterbangan. Oh God, jangan-jangan..... Hujan pun mulai turun bertahap dan Duena pun bertanya, “Kita belum sholat isya kan? Ayo sholat dulu!!” Dengan wajah panik, aku mengikuti Duena yang eksklusif meninggalkan teman-teman di kawasan pos satpam. Finally, masjid. Duena eksklusif mengambil air wudhu dan aku mengikutinya. I still remembere those atmosphere dimana air mata berjatuhan dan hidung mulai menahan ingus dikala sholat berlangsung. I still remember when the sound of thunder was very loud and made me surprised when praying. Oh God, i trust You.

Disana ada Duena, Prita, dan beberapa sahabat yang berbondong-bondong ke masjid untuk sholat. Nenangin diri lewat dzikir-dzikir yang selalu disebutkan teman-teman sambil ngelihat langit yang gelap dan air hujan pun turun semakin deras. I trust You, Allah. Allahumma Shayyiban Nafi’an, Ya Tuhan jadikanlah ini hujan yang bermanfaat. Bukankah salah satu waktu doa yang baik ialah ketika hujan turun, bukan?

Di backstage, hujan semakin deras. Beberapa penampil menyerupai Smaga Allstar, Masterpiece mulai berdatangan dan dengan cepat mereka segera berteduh. Hujan semakin deras dikala itu. I still trust You, God. I know Tuhan have a good plan for us. 

Akhirnya, kami dari panitia inti dan panitia hari H berkumpul sambil pegangan tangan. Ngelihat verbal wajah satu sama lain. Kami berdoa bareng-bareng dan meneriakkan,“Pensaga 2013 Young Nationalism Semangat Jiwa Muda Indonesia Bisa menuju SUKSES!!!”. Dan entah kenapa teriakkan itu bikin kami lebih bersemangat lagi. 

Tepat di depan stage, sambil ngelihatin muka temen-temen yang pada sembab, hidung kemerahan, kami menyanyikan beberapa lagu supporter kami. Ada pandaran, we love smaga, mars sma 3, dll dan seketika itu juga para penonton yang awalnya ngiup malah ikutan berkumpul untuk bernyanyi dan hujan-hujanan bareng. Aaaaaa I still remembere the atmosphere.

Finally, iya kan. Tuhan is always with us. Ketika lampu dan listrik stage dinyalakan, hal tesebut lancar-lancar saja. Kami pun saling menyuport dan woaaaaaaa Seventeen main guys! Walaupun hujan masih turun dengan riangnya, penonton pun nggak kalah banyak. 

Endingnya, Masterpiece pun main. Masterpiece itu ialah mahakarya dari Sekolah Menengan Atas 3 yang nampilin kerja sama dance antar beberapa daerah. Pokoknya keren banget deh, dan masterpiece ini ialah guest star utama dari Pensaga 2013 yang bertujuan untuk menampilkan karya dari Sekolah Menengan Atas 3 sendiri. Semua penonton pun menikmati, dari mulai siswa Sekolah Menengan Atas 3 sendiri, alumni alste, dan pengunjung luar. 

Di simpulan acara, kembang api pun dinyalakan dan selanjutnya panitia naik ke atas stage dan menyanyikan mars Sekolah Menengan Atas 3 yang diikuti oleh para penonton. Dan di adegan ini lah yang bikin kita semua merinding sebab nyanyinya smabil menghadap kanopi dari Sekolah Menengan Atas 3 sendiri.

Habis itu kita kumpul di atas stage dan pembicaraan tersebut dipimpin oleh Rizal, Ketua OSIS. Ya sekedar sharing-sharing wacana gimana program ini sanggup lanjut dan itu bener-bener moodbooster. Habis itu keinget flashback dari pertama kali rapat, nentuin tema, anjuran ngadat, dan kini ialah hari H dan Alhamdulillah sukseeeeeeeeeees! Nggak kebayang dikala itu, dimana kami mengambil tema “Young Nationalism” yang bertujuan untuk membangkitkan semangat jiwa muda. Dimana kami menerima dilema dan itu bikin down, kami sanggup berdiri dan ngajak para penonton yang udah memudar buat berdiri lagi untuk berkumpul. 

Dari insiden diatas, banyak banget pengalaman yang sanggup diambil. Karena aku yakin akan ada pelangi di setiap hujan, dan rencana Tuhan selalu lebih indah dari rencana umat-Nya. Karena hujan yang bikin semua ini spesial. Kalau ahad kemudian nggak hujan, niscaya nggak ada pengalaman se indah ini, dan semua ini menyadarkan kami apa arti mensyukuri nikmat dan rasa ikhlas. Satu kata deh buat Pensaga 2013, awesome! Alhamdulillah, terimakasih sudah menunjukkan pengalaman, dongeng kehidupan, dan keluarga gres yang keren menyerupai mereka. 

Penampilan dari teman-teman Papua. Jadi, di sekolah aku kedatangan murid dari Papua yang juga menimba ilmu di tanah Jawa, dan mereka turut berpartisipasi juga dalam Pensaga 2013. Lagunya asyikkk lho guys.
 Salah satu penampilan dari Smaga Time, Tari Piring.
 Crew of Teater Smaga Time.
Stage Pensaga jikalau dilihat dari atas Kanopi.

 Masterpiece!!!
 Rameeeeee guys!!
Stage Pensaga. Tata lampunya kereen!
 Abdul on The Coffee Theory at Pensaga 2013 Young Nationalism

 Abduuuuuuuul! Dibelakangnya Abdul ada temen-temen aku juga :D
 Seventeen at Pensaga 2013 Young Nationalism. Walaupun masih hujan, antusisas penonton juga nggak luntur :D

As always, Mars Sekolah Menengan Atas Negeri 3 Semarang



Alhamdulillah, sukses!

Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih