Inilah Part I - Jakarta (lagi) bareng Osis
Kami berencana berangkat ke kota Jakarta ber-sepuluh. Saat itu, lagi rame-ramenya di group osis. Ngebahas renana liburan bareng, maen bareng, dan saya, beranggapan niscaya itu ialah sebuah wacana.
Kami berangkat dari Stasiun Tawang dengan jam keberangkatan 21.00 dan tiket seharga Rp 155.000. Di jam 20.30, aku berencana untuk membeli tiket pulang dari Bandung ke Semarang, untuk pertama kalinya. Dan ternyata..antri panjang. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk, menunggu masuk ke peron kereta. Tiba-tiba di tengah santai, kereta yang akan kami naiki hampir berangkat. Akhirnya kami buru-buru mengantri masuk, mengecek KTP dan lari terbirit-birit menuju gerbong 1.
Kami pun terengah engah ketika mencari tempat duduk masing-masing. Meskipun berpencar tapi gapapa, tetap dalam satu kereta. Berhubung kereta ini ialah kereta keberangkatan di malam hari, kita ngga dapat lihat pemandangan di sekitar. Hanya gelap, lampu rumah dan jalanan yang kita lewati. Banyak para penumpang yang menikmati harinya dengan tidur. Awalnya kita ga pada mau tidur, tapi ujung-ujungnya semua juga OT. Yang nggak tidur cuma nonoy gara-gara nonton Tetangga Masa Gitu.
Aaahh finally hello Jakarta! Rasa kantuk yang teramat sirna sudah sesudah tau bahwa kita sudah sampai! Dini hari menyerupai ini, sekitar jam 3 banyak orang yang tertidur terbaring di selasar stasiun. Ada yang memang benar-benar tidur, terkantuk, melihat sekitar, minum kopi, atau menunggu sesuatu. Yang pasti, itu semua ialah sebuah perjuangan. Bayangkan, jam 3 pagi rela menunggu sebuah kereta yang akan membawa mereka ke suatu tempat. Jakarta kerass!
Kita nggak tau seberapa jauh antara kos harian dengan stasiun. Akhirnya kami memutuskan untuk menaiki sebuah kendaraan beroda empat apv dengan ongkos 10.000/orang (1 kendaraan beroda empat = Rp 80.000). Sesampai di sebuah rumah, kami sedikit ragu dengan tempat yang telah kami pesan. Akhirnya kami memutuskan untuk masuk, merenggangkan otot bersantai sejenak. Namun, semuanya berubah ketika kita tau bahwa kos harian itu tidak sesuai apa yang kita pikirkan. Semuanya. Tampak. Menjijikan. Dari anyir ruangan yang pengap, anyir kasur yang apek, kamar mandi yang menjijikan, air yang berasa asin. Sepertinya itu ialah kos campuran, jadi cewe cowo boleh masuk. Namun, betapa beruntungnya kami para wanita lantaran tidak akan tidur di kosan tersebut:”). Makara kami yang cewe-cewe tidur di rumahnya Ricot.
Rumah Ricot terletak di kawasan Jakarta Timur, deket Dufan pokoknya. Saya, Dienti, Dian, dan Ricot naik kopaja sekali dan angkot 2x. Wohooo for the first time naik kopaja men! Lalu, sampailah kami ke Rumah Ricot. Disana kami disambut oleh Mama Ricot dan anggota keluarganya. Kami istirahat sejenak kemudian mandi dan siaplah kami untuk berangkat lagi.
Setelah melalui perdebatan kecil yang disebabkan oleh sesuatu, akibatnya kami memutuskan untuk ke Dufan dengan tiket sebesar Rp 180.000 untuk weekdays. Dufannya sepi bangeeeeet! Pengen kesana lagi!! Setelah ke Dufan, akibatnya kita pulang.
Jadinya yang ikut hanya Zaki, Nonoy, Ricot, Rizal, Ilham, Dicky, Dana, Dienti, Dian, dan saya.
Waktu masuk Taman Boneka
Di hari selanjutnya, Kita pergi ke Kokas (Kota Kasablanka Mall). This is the first time for me went to Mall in Jakarta #maafkampungan. Mall in Jakarta is bigger than Mall in Semarang #yomesti #maafkampunganlagi. Sewaktu di Mall kita bertemu Bidaaak! Setelah ke Mall kita pergi ke Kota Tua Jakarta. Thanks Bidak for tumapangannya ahehey. Sewaktu nyampe sana tiba-tiba hujan. Tapi hujan pun reda dan kita foto-foto. Abis foto-foto-foto kita pulaang. Awalnya kita bertiga disuruh ricot naik brt dan turun di sevel deket STIS. But... wth kita semua ngga ngerti rutenya gimana. Dengan kebaikan ibunda dan ayahanda ricot akibatnya kita bertiga dijemput yey. Sewaktu di perjalanan, Mamanya Ricot tanya yang ikut tadi siapa aja. Yang ikut hanya Rizal, Dicky, Zaki, Dana, Azmi. Lalu Mama Ricot bilang “yaudah bareng aja”. Akhirnya mereka semua dianter. Omg Ibu ricot memang baik. Setelah itu kita menjemout ricot di sevel deket STIS. Disana juga ada Tyak juga. Tiba-tiba Tyak gundah kenapa mobilnya masih melaju, ternyata dikira Ibunya Ricot, Tyak ikutan nginep di rumah Ricot juga ahaha. Akhirnya kita tidur.
Keesokan harinya kita pulang ke arah tujuan masing-masing. Anak-anak cowo pulang ke semarang, Dian pergi ke kawasan Kelapa Gading ke rumah abang nya, Dienti naik krl ke Bintaro, Nonoy naik krl ke Bogor, dan saya..
(to be continued)
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com













Komentar
Posting Komentar