Inilah Part IV - Halo Bandung!
Finally princess Ratih pun terbangun dari tidurnyaaaa! Kita mandi, packing, dan siap-siap. Ternyata eh ternyata.... diluar hujan. Ibunya Ratih, sepertinya, agak nggak rela, kalo membiarkan anaknya pergi di ketika hujan. Nah iya kan kalo pergi niscaya adaaa aja yang bikin geregetan. Tapi dari kejadian itu bikin kita berdoa dan mohon sama Yang Mahakuasa biar di ridhoin (please yaAllah please, kita pengen tadabur alam #pleasealaquenzino). Tak usang lalu ada kakak becak lewat dan dipanggilah kakak becak tersebut oleh Ibu Ratih. Dengan membayar Rp 10.000 sebecak berdua, kami diantar hingga ujung gang. Setelah itu kami naik angkot, dan ternyata shelter travelnya masih jauuuuh dan kami harus jalan dulu. Kami, dari Jakarta ke Bandung memakai jasa dari Baraya Travel, dikarenakan kawasan pemberhentiannya di Buah Batu dan itu bersahabat dengan Rumahnya Dian. Tak usang kemudian, Marta datang.
Ternyata kami gres tau bahwa harga tiket untuk mahasiswa Rp 70.000 dengan memperlihatkan fotocopy KTM (Kartu Tanda Mahasiswa)*sujud syukur*. Tapi sayangnya, Ratih nggak bawa KTM jadinya ya bayar harga normal Rp 85.000. Sesegera mungkin kami fotocopy KTM dan ternyata eh ternyata, kawasan fotocopyan deket dengan Indomaret. Akhirnya saya sekalian beli tiket pulang di Indomaret.
#
Loh kok beli tiket pulang lagi?
#
Kaprikornus saya memang udah beli tiket di Indomaret Stasiun Pasar Senen untuk kepulangan tanggal 5 Februari 2015 dari Bandung ke Semarang. Ehhh waktu nyampe Jakarta, kita nggak pribadi ke Bandung, masih main-main di Jakarta dulu. Akhirnya jadwal pulang saya undur aja dan pulangnya dari Jakarta biar murah ehehe. Rumit uga yha.
Perjalanan dari Jakarta ke Bandung sekitar 2 jam. Fyi, kami satu travel dengan mas-mas trans tv weheey keren aja gitu ngeliatnya. Dan fyi lagi, sewaktu melewati tol, supir travelnya ditilang. Karena setengah sadar waktu itu, alhasil saya urungkan niat untuk kepo dan melanjutkan untuk tidur lagi. dan nggak kerasa kita udah nyampe tol Buah Batu yang mengambarkan bahwa kita udah sampe di Bandung. Alhamdulillah finally, sehabis 9 taun nggak pernah ke Bandung alhasil saya ke Bandung lagi. Alhamdulillah yaAllah. Kita pun menghubungi Dian bahwa kita udah sampe di Bandung (sekalian minta tolong untuk dijemput ahehe makasi Dizaaan!).
Sesampai di rumah Dian, kita denger ada mas-mas yang jual bakso. “Udah pada makan belum? Makan bakso mau nggak?” Ayahnya Dian tanya. Dalem hati saya bilang, ya terperinci mau lah om! Hahaha dasar. Berhubung saya yang di luar, alhasil saya yang disuruh Ayahnya Dian manggil mas-mas bakso, “MAAAAAS!! BAKSOO!!” saya teriak waktu itu alasannya ialah masnya udah agak jauh. Masnya tetep aja jalan. “MAU BELI BAKSOOO!!” saut saya sambil teriak-teriak #efeklaper #maapin. Dian juga ikutan manggil, “Maaang! Baksooo!” Ehhh masnya bakso pribadi mlinguk (memutar kepala). Semenjak itu saya gres sadar bahwa penempatan kata “mas”dan “mang” sangat diperhatikan penggunaannya.
Setelah makan kita mulai merebahkan tubuh dan merenggangkan otot dulu #ahaygayabet sambil ngelist tempat-tempat yang mau dituju. Karena jarak antar satu kawasan dengan kawasan yang lain tidak mengecewakan jauh. Apalagi jarak rumah Dian dengan kota. Belum lagi sama macetnya.
Malemnya, kita mulai jalan-jalan ke Bandung yey. Ngelewatin Braga dan berujung di Stasiun Bandung alasannya ialah saya ingin membatalkan tiket kereta Bandung-Semarang. Sesampai di stasiun, ternyata loket pembatalannya udah tutup di jam 19.00.
Karena kita lapar, alhasil kita memutuskan untuk makan surabi khas Bandung yang rameee kebangetan! Namanya Warung Setiabudi. Harganya ya biasa, harga mahasiswa. Biasanya kan surabi dibikin sama nangka, pisang. Nah kalo yang ini ada banyaaak variannya, ada yang dikasih telur, kornet, keju, dan lain-lain yang bikin mata serba ngiler dan pengen pesen semuanya. Untung aja kita ada berempat dan pesen sajian yang beda. Seenggaknya dapat nyicipin satu-satu lah ya hehe. Dasar otak mahasiswa.
Setelah makan surabi, kita pulaaang!
(to be continued)
Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com





Komentar
Posting Komentar