Inilah Part V - Main Ke De'Ranch dan Floating Market

Keesokan paginya, kami mencoba berdiri pagi dan ternyata gagal. Selanjutnya kami pun mandi secara bergantian #yomesti. Kalo kata Dian sih, ia mandinya sehari sekali. Gils ya jorok lah. Dan ternyata beuuuh airnya masbodoh banget parah #maafshockakaniklim #semarangpanasbung. “Tiap hari harus pake air anget kalo mau mandi” – Dian. 18 tahun.

Kami berencana untuk pergi ke Stasiun lagi untuk membatalkan tiket pulang saya dari Bandung ke Jakarta. Saya kira caranya rumit. Ternyata hanya dengan mengambarkan tiket dan ktp kita dapat membatalkan suatu tiket. Uangnya akan balik ke kita lagi dengan 2 cara, mau diambil pribadi di stasiun terdekat atau di transfer. Saya menentukan transfer aja, tapi ternyata uangnya bakal balik maximal 1 bulan dengan pecahan 25%. Jadi, harga tiket saya kan 230.000 dipotong 25% jadinya uang yang akan dikembalikan 172.500. Dan uangnya memang bakal dikembalikan, malah lebih cepat dari waktu yang diperkirakan.

Setelah dari stasiun, kita pribadi meluncur ke Lembang. Daerahnya sepiii banget, mungkin disaat undip berlibur universitas lain udah pada masuk kali ya. Kita alhamdulillah dapet libur di bulan Februari dan pergi disaat weekday, dimana belum dewasa dan para orangtua masih mencar ilmu dan bekerja.

Tujuan pertama kita memang ke De’ Ranch. Ehhh tiba-tiba waktu di perjalanan nemu pabrik tahu gitu. Gara-gara pada masih laper, risikonya kita mampir ke Tahu Susu Lembang. Disana, kita dapat liat proses pembuatan tahunya. Nggak cuman jual tahu aja, tapi jual minuman kok menyerupai yoghurt. Berubung tempatnya luas dan unik, risikonya saya jalan-jalan dan berujung ke toilet. Waktu basuh tangan, beuuuuh airnya adem banget #maafinsemarangpanas.





Tahunya lembutttt banget! Juara emang!
Pemandangan yang saya liat waktu lagi otw ke kamar mandi. Lucu bangettt yampun padahal juga gres tempat pabrik tahu :")
Finally, sampailah kita di De’ Ranch. Dengan membayar 5.000 untuk parkir dan 8.000/orang, kalian dapat dapet welcome drink. Welcome drinknya semacam susu dengan banyak sekali macam rasa, dapat milih rasanya pula. Tapi kayaknya harga tiket masuk tiap tahun selalu tambah, saya coba cek untuk tiket masuk mulai 27 Juli 2015 ternyata tiket masuknya udah 10.000 aja perorang. Kalo kalian pengen kesana dapat coba cek di twitternya @deranchlembang atau ke websitenya De'Ranch

Waktu masuk aja udah disambut sama kaktus-kaktus mini. Abis itu ada hamparan rumput yang luaaaas banget. Sewaktu itu mataharinya cukup terik sih, tapi alhamdulillah ada semilir angin masbodoh yang bikin semangat buat jalan kemana-mana hehe yey. Disana juga ada banyak sekali macam kuda yang dapat kita naiki. Nggak hanya itu aja, di De’Ranch juga ada homestay kayaknya. Takut kelaparan sewaktu di De’Ranch? Jangan khawatir bosss disana juga ada banyak sekali macam kuliner di foodcourtnya. De’ranch juga menyediakan mushola yang nyaman.






 Homestay yang homey bangeyy!

 Buat yang punya anak atau adek dapat naik kuda juga. Dan yang unik, setiap kita naik kuda dapat pake baju koboynya.



Berhubung kita laper, risikonya kita pengen makan siang sama sate ayam di wilayah terdekat. Abis kenyang dan istirahat bentar risikonya kita lanjutkan perjalanan ke Floating Market.

Masuk ke Floating Market hanya bayar 15.000/orang dan kita dapat dapet free drink lagi. Kita dapat milih mau orange masbodoh atau hangat, dan susu masbodoh atau hangat. Di pinggir jalan juga ada banyak sekali macam orang-orang jualan, menyerupai toko souvenir baju khas floating market, alat permainan tradisional, kincir angin raksasa, dan banyaak lagi.

Dateng-dateng udah disambut sama koin raksasa. Koin ini sebagai alat tukar untuk membeli kuliner di Floating Market. Ucul banged.


Omg taman kelinci! Kelincinya gemuk, hawanya pengen digendong-gendong. Tapi sayangnya untuk masuk ke tempat ini harus membeli tiket masuk.

 Dinding di salah satu cafe. Vintage abishh!



 Foto ini diambil alasannya ialah kita bete gegara Marta dari awal masuk sampe kini sukanya motoin bungaaaa terus.

Awalnya kita pengen muter-muter sampe semua tempat terlampaui ceilah tapi sayangnya cuaca tidak mendukung, sedikit mendung, dan berujung dengan hujan. Kita pribadi cepat-cepat masuk ke foodcourtnya floating market. Nah, inilah alasan kenapa tempat ini dinamai floating market alasannya ialah penjualnya memakai bahtera sebagai tempat mereka berjualan. Perahu itu saling berjejer di pinggir meja makan untuk para pengunjung.


Mushola di floating market juga mengapung. Shooo lucu:3
Hawanya lezat banget sewaktu itu. Makan mendoan ditemani udara dingin-dingin gimanaaa gitu. Marta beli banyaaak makanan, mulai dari mendoan, bakpao, hingga keong rebus yummy. Thanks ndutt! Makanan pun mulai abis, dan saya mulai laper. Awalnya sih saya emang nggak berniat untuk jajan disini (ngirit uang buat beli oleh-oleh) tapi berhubung perut mulai nyanyi (aka. Laper. Banget) risikonya saya mulai jalan-jalan dan ngelihat dari satu bahtera ke bahtera yang lain. Ternyata untuk mendapat kuliner senilai 10.000 dengan kuantitas yang banyak cukup sulit. Akhirnya saya jatuhkan hati pada penjual kentang dan tela-tela. Saya menentukan kentang alasannya ialah harganya 10.000 dibandingkan tela-tela yang harganya 15.000, dan ternyata kentangnya udah habis. Yag tersisa hanyalah tela-tela. Namun dengan kekuatan super magic dari yang Di Atas alhamdulillah dapet tela-tela yang banyaaaak. Bisa milih 2 toping pula, rasa rujak dan keju cair. Yummyyy banget!





Karena sudah terlalu lama..sendiri. Yaelaaah. Maksud saya, alasannya ialah udah terlalu usang menunggu hujan reda risikonya kita nekat buat menerabas hujan. Tapi, sebelum kembali pulang kita memutuskan untuk ke kamar mandi dulu. Nggak dapat bayangin, selama di kawasan Lembang udah berkali-kali pokoknya bolak-balik kamar mandi.

Karena laper dan nggak tau mau kemana, risikonya kita lanjutkan perjalanan ke Mall hehe. Kenapa kita ke Paris Van Java? Karena mau cari yang sugar-sugar, kali aja ada aa kasep gitu #yaela. Nggak deng becanda coyyy, kita mau numpang sholat Maghrib waktu itu. Setelah sholat risikonya kita jalan-jalan-jalan menyusuri jalanan Paris Van Java. Ini pertama kalinya saya ke PVJ. Banyak orang yang ngomong kalo Mallnya Bandung itu kaya jalanan di Paris, sooo here we go. Ternyata kalo malam hari, atap PVJ nya ditutup, jadi kerasanya ya tetep Mall gitu.

Berhubung Dian belum nyobain greenteanya Sumoboo menyerupai apa yang telah saya dan ratih rasakan #ciyey, risikonya kita ke Sumoboo. Seperti biasa, kao mau makan manis kita patungan. Dan ternyata waktu kita kesana, greenteanya nggak ada. Yahh..sedih. Akhirnya kita memutuskan untuk memesan rasa yang tertinggal #yaelalagi. Nggak deng canda, kita memesan rasa coklat. Marta memesan menyerupai kembarannya, es serut bear, begitu saya menyebutnya.
 Serpihan nirwana #1
Setelah makan es, tiba-tiba laper. Yaudah kita memutuskan untuk makan di recheese!

#
Dulu waktu masih semester satu, Dian selalu ngomong kalo ia pengeeen makan richeese. Tiwi juga, pengeeen makan richeese, dan Cicik juga, pengeeen makan richeese. Heran banget, sebegitu ngidamnya sama richeese. Orang di indomaret juga banyak yang jual. Dan ternyata richeese yang sebenarnya adalah...
#

Serpihan nirwana #2
Richeese itu ngejual sayap ayam atau ayam utuh dengan bumbu berlevel dan rasanya memang enaaaak. Nggak hanya itu aja, ayam tersebut juga dapat di tambahi dengan saus keju yang rasanya masyaAllah...bikin ngiler kalo ngebayanginnya *brb nulis sambil ngelap bekas iler*. Dan sayangnya Richeese hanya ada di Jakarta dan Bandung. Olhaaa pantes, mereka ngidamnya kebangetan, ternyata Richeese nggak ada di Semarang. Dan kabar baiknya kini Recheese udah membuka cabang di Kota Tegal, satu-satunya di Jawa Tengah. Semoga Richeese dapat buka di Semarang. Ayo kita aminkan bersama-sama. Aamiiin.

Setelah makan richeese, kita agak usang pulangnya gara-gara nungguin Marta yang sakit perut gegara makan pedes. Dan alhamdulillaah dapat pulang.

Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih