Inilah Perkataan dan doa


Ayah pernah bilang gini, “Bener ya jikalau perkataan itu memang doa. Lihat aja kejadiannya Ayu Tingting yang sering menyanyikan lagu mengenai pacarnya yang tiba-tiba menghilang, Saskia Gotik yang menyanyikan lagu 1 jam saja bersama pacarnya, dsb.”

Akhirnya saya mikir, bener juga ya. Mereka penyanyi, dan selalu menyanyikan nyanyian yang mempunyai dongeng tersendiri, dongeng yang menyedihkan dan ternyata itu terjadi. Padahal nyanyian yaitu perkataan, dan perkataan itu yaitu doa. Sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Kullu kalam addu’a, setiap perkataan itu yaitu merupakan do’a”

Di dalam kehidupan masyarakat, sering kali kita menjumpai orang-orang yang seenaknya saja menyampaikan apa saja yang sedang mereka alami. Dari hal kebaikan hingga keburukan. Namun sangat disayangkan sekali jikalau keburukan itu terus menerus dikatakan.

Agak miris, apalagi jikalau ngelihat teman-teman yang mengeluarkan kata-kata buruk hanya lantaran suatu permasalahan. Atau biasa disebut dengan “misuh”, atau juga bisa disebut “memaki”. Misuh, berdasarkan saya yaitu suatu perkataan yang buruk untuk melampiaskan suatu permasalahan. Jadi, orang yang misuh itu mempunyai rasa kepuasan tersendiri apabila beliau telah mengatakannya dikala terkena suatu masalah.  Dan usang kelamaan kata-kata misuh tersebut akan menjadi hal yang biasa saja. Miris banget. Ngelihat temen-temen yang jarang, bahkan nggak pernah ngomong kayak gitu jadi ikut-ikutan ngomong gitu. Dan termasuk saya. Kayak menurunkan gambaran seseorang. Eman-eman banget...astaghfirullahaladzim.

Manusia memang tempatnya salah. Tapi, siapa sih yang mau bertahan dalam keadaan menyerupai ini apabila kita tau semua yang menghipnotis kita yaitu setan? Salah satu sebabnya yaitu kurang dekatnya kita dengan Allah. Sehingga dikala kita dilanda kasus dan kesedihan, yang diingat pertama kali bukanlah Tuhannya. Padahal Tuhan yaitu kawasan kita mengadu.

Ingin berubah? Sama! Ada banyak sekali banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menghadapi dilema menyerupai ini yaitu :
1. Lebih mendekatkan diri kepada Allah. Dengan minta petunjuk kepada Yang Mahakuasa atas kekurangan kita dengan menumbuhkan rasa bahwa kita akan memperbaiki diri menjadi insan yang lebih baik. Sesuai dengan QS AL-Baqarah:22, “Sesungguhnya Yang Mahakuasa menyayangi orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang membersihkan diri.”
2. Berkumpul dengan orang-orang sholeh. Dengan merekalah yang akan mengingatkan kita sehingga kita saling mengingatkan dan memperbaiki diri.
3. Membiasakan diri untuk selalu mengingat Allah. Bila suatu waktu kita keceplosan dengan kata bergairah tersebut, cepatlah ucap istighfar, yaitu “Astaghfirullahaladzim” yang artinya : “Aku mohon ampun kepadamu Ya Allah”

Lisan atau perkataan insan memang wajib untuk dijaga. Karena verbal mencermikan seseorang. Seperti pada pepatah “Salamatul insan fi hifzhil lisan” yang artinya : keselamatan seseorang terletak pada kemampuannya menjaga lisan.

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin kelak di hari final zaman daripada kecerdikan pekerti yang baik. Dan sungguh Yang Mahakuasa membenci orang yang suka berkata keji, berucap kotor/jelek.” (HR. At-Tirmidzi No. 2002, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Ash-Shahihah No.876)

Bukannya saya sok menilai atau mengkritisi, tapi hanya ingin mencar ilmu dan berusaha memperbaiki diri dengan saling mengingatkan dari apa yang sering kita jalani. Yuk semangat jadi lebih baik! :D


Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih