Inilah Satu Hari Explore Semarang

Tepat dua bulan yang kemudian (mm, nggak tepat-tepat banget sih) saya kedatangan tamu dari arek Surabaya! Her name is Nita, dan beliau ialah sepupu seangkatan saya. Biasanya saya memanggil beliau dengan pemanis “Mbak” alasannya ialah beliau ialah anak dari Pak Dhe (padahal beliau lebih muda :” ). Awalnya, beliau pengen menikmati libur di rumah tercintanya, sempurna di sebelah Pulau Jawa, namun dikarenakan KRS yang menciptakan beliau harus tiba ke kampus, balasannya ya beliau kembali ke kota perantauannya, Surabaya. Katanya sih di kostannya teramat sepi, hanya ada beberapa mahasiswi yang masih tinggal disana dan sisanya masih di kampung halaman tercinta mereka. Sangat menyedihkan. Dikarenakan kesuwungan yang teramat dahsyat yang menjadikan beliau bimbang kemana ia harus melangkah (read: liburan), balasannya beliau memutuskan untuk ke Semarang! Sebetulnya sih beliau ingin kembali ke rumah, namun sangat disayangkan biaya transportnya cukup mahal.

Saya tipikal orang yang bakal bilang,”Lah enaknya kemana….” kalo diajak pergi ke sesuatu tempat dimana kita belum memilih tempat apakah itu. Berhubung kini lagi banyaknya tempat yang kekinian di Kota Semarang dan selalu mager untuk kesana, ya..here we go.

Berawal dari stalking maha dahsyat, saya menemukan foto dari sebuah akun abang kelas melalui instagram. Kakak kelas tersebut sangat ngehits memang dan tak jarang foto yang beliau upload selalu numero uno! Dengan sedikit penasaran, balasannya saya abaikan untuk bertanya dimanakan lokasi tempat pengambilan foto tersebut. Hingga pada suatu pagi, menyerupai biasa saya melewati jalanan sigar bencah, saya menemukan kumpulan mobil-mobil VW kuno yang sudah tak berfungsi sempurna di kiri jalan. Awalnya, tempat itu teramat sepi. Banyak tukang-tukang yang sepertinya...menyeramkan. Tapi damai aja dengan adanya pertumbuhan pesat di bidang photography (@exploresemarang), balasannya banyak orang yang ingin tau dan ingin mengasah keahlian mereka dibidang "mengabadikan sebuah momment". Fyi aja sih, disana nggak ada tukang parkir dan nggak ada warung yang jual minuman atau makanan. Makara ya tetep hati-hati untuk yang bawa kendaraan sama jangan lupa bawa minum alasannya ialah disana tidak mengecewakan panas. Nggak tidak mengecewakan lagi ding, sangat panas. Jadi, datengnya sore atau pagi aja semoga asyik. Kalau boleh ya waktu sunrise atau sunset aja deh semoga makin asoy. Atau..sebahagia kalian aja deh mau tiba kapan yang penting tetep hati-hati. 




Dari sini, kita dapat lihat kota tempat bawah.

Setelah hunting foto di kendaraan beroda empat VW (ceilaah hunting coy), kami melanjutkan perjalanan menuju warung kebanggan saya di Tembalang. Sebut saja beliau warteg atau warung tegal. Kenapa dapat kebanggaan? Ya soalnya cukup murah dan pilihan menunya banyak. Yey go go visit Warteg Citra Tegal! Setelah itu, kami resah ingin melanjutkan kemana hingga balasannya saya teringat tempat ngehits di Semarang yaitu Brown Canyon. Brown Canyon ini ialah tempat penambangan pasir yang bersama-sama proyek ini sudah berjalan sekitar 10 tahun. Jalan untuk ke tempat yang dituju cukup mudah, namun kita akan melewati banyak sekali medan yang mengasyikan. Jangan lupa bawa masker dan siapkan uang sebanyak 10.000 (untuk 2 orang dan 1 botol air minum).








 Maafkan foto miring ini alasannya ialah kita cuma pake timer, dengan posisi kamera yang diselipkan ke dalam bebatuan. Saran sih, kalo dapat jangan lupa bawa tripod. Lebih asyik lagi bawa temen yang banyak semoga dapat minta tolong fotoin :"") Oh iya belum kenalan, sempurna di sebelah kiri saya itu ialah Mbak Nita ^^

Setelah menikmati teriknya matahari, balasannya kami putuskan untuk ngopi-ngopi anggun diantara kabut. Estimasi perjalanan kira-kira sekitar 30 menit dari Tembalang. Cukup melelahkan apabila kita duduk sebagai penumpang (dasar penumpang kurang ajar) (ga tau diri) (padahal cuma duduk) (ga nyetir). Apabila kalian belum tau dimanakah tempat itu, kalian dapat search di Waze dengan mengetik "Pondok Kopi".






Aaaaah sejuknya! Dan tiba-tiba hujan mulai turun, kemudian kami memutuskan untuk pulang saja menggunakan jas hujan. Medan yang ditempuh untuk pulang cukup angker sehingga kami harus berhati-hati untuk menuju ke bawah. Sesampai di bawah jalanan terlihat kering. Cukup menyedihkan memang dikala kami dilihat, disindir "Ga hujan kok pakai jas hujan" hehe kemudian kami putuskan untuk melepas jas hujan yang dipakai. Di perjalanan hujan pun turun dengan riangnya, balasannya kami memutuskan untuk menggunakan jas hujan lagi. Dasar abg labil. Sesampai di Tembalang jalanan terlihat kering, poor us. Lalu kami memutuskan untuk tetap menggunakan jas hujan hingga ke.... Sam Po Kong! Kami memutuskan untuk anti pulang sebelum petang dan melanjutkan perjalanan ke Sam Po Kong. Selama 19 tahun, pertama kalinya kami kesini ahehe. Saya kira tempat ini tutup jam 18.00 ternyata Sam Po Kong tutup jam 21.00!




Habis hunting (ceila hunting), kami merasa lapar sehingga tetiba saya teringat dengan rumah seseorang yang bersahabat dengan klenteng ini. Rumah Atun! Saya coba line beliau ternyata beliau ada di rumah haha long time no see with her!

 
Buat kalian yang ngerasa laper dan ingin bersantai sejenak dari lelahnya mengitari Sam Po Kong, kalian dapat mampir ke warung kakaknya Atun. Rumahnya dekeeet banget dari Sam Po Kong. Selain deket, harganya juga terjangkau. Selain harga terjangkau, mungkin dapat kenalan juga sama...Atunnya ehehe.

Sekian perjalanan Satu Hari Explore Semarang bareng sepupu gaul saya, Mbak Nita. Thanks sudah menjadi rider handal yang selalu sabar saya keplak dikala beliau nyetir dengan kencang. Thanks untuk selalu mendengar 'my random voice note' dari yang seneng sampe murung nangis sesegukan. So... Happy Birthday ma sistaaah! Semoga lancar bisnisnya, sukses farmasinya, lancar cita dan cintanya. Much love from Semarang!

Sumber https://nurmalitarh.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

trend kacamata bulat

jual kacamata bulat di palembang

foto kacamata bulat putih